BSM8GpO9TfAoTpW6BUO0Gfr0TY==
Breaking
News

Apa Itu Vaksin Influenza dan Mengapa Penting Dikonsumsi?

Ukuran huruf
Print 0

!Vaksin Influenza Penyakit Flu Kesehatan Masyarakat

Vaksin influenza adalah salah satu langkah pencegahan yang efektif untuk melindungi diri dari penyakit flu. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, flu dapat menyebabkan komplikasi serius terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Vaksin influenza bekerja dengan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi yang mampu mengenali dan melawan virus influenza jika terpapar di kemudian hari.

Manfaat vaksin influenza tidak hanya terbatas pada individu yang menerima vaksin, tetapi juga memberikan perlindungan bagi orang-orang di sekitarnya. Dengan vaksinasi, risiko penyebaran virus influenza dapat diminimalkan, sehingga mengurangi beban kesehatan masyarakat secara keseluruhan. Di Indonesia, vaksin influenza tersedia dalam beberapa jenis, termasuk vaksin trivalent dan quadrivalent, yang dirancang untuk melindungi dari berbagai strain virus influenza yang beredar setiap tahunnya.

Penting untuk diketahui bahwa vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza dapat bermutasi secara cepat. Komposisi vaksin juga diperbarui setiap tahun berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk menyesuaikan dengan strain virus yang diprediksi akan bersirkulasi. Oleh karena itu, vaksinasi influenza dianjurkan dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memastikan perlindungan optimal terhadap virus influenza yang beredar.

Apa Itu Vaksin Influenza?

Vaksin influenza adalah vaksin yang dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap virus influenza. Vaksin ini mengandung komponen virus influenza yang telah dilemahkan atau dimatikan sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit, namun mampu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi yang terbentuk akan membantu tubuh mengenali dan melawan virus influenza jika terpapar di kemudian hari. Proses pembentukan kekebalan ini membutuhkan waktu sekitar 2 minggu setelah vaksinasi.

Vaksin influenza perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza dapat bermutasi dengan cepat. Komposisi vaksin juga diperbarui setiap tahun berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk menyesuaikan dengan strain virus yang diprediksi akan bersirkulasi. Hal ini membuat vaksin influenza menjadi alat pencegahan yang sangat penting, terutama selama musim flu yang biasanya menimbulkan lonjakan kasus infeksi.

Manfaat Vaksin Influenza

Vaksin influenza memberikan berbagai manfaat penting bagi kesehatan individu dan masyarakat. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai manfaat-manfaat vaksin influenza:

  1. Mencegah infeksi flu
    Vaksin influenza terbukti efektif mengurangi risiko terkena flu sebesar 40-60% selama musim flu. Dengan mencegah infeksi, vaksin ini membantu menghindari gejala-gejala tidak nyaman seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, dan batuk yang biasanya menyertai penyakit flu.

  2. Mengurangi keparahan gejala flu
    Jika seseorang yang telah divaksinasi tetap terinfeksi flu, gejala yang dialami cenderung lebih ringan dibandingkan yang tidak divaksinasi. Hal ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mengurangi dampak flu terhadap aktivitas sehari-hari.

  3. Menurunkan risiko komplikasi serius
    Vaksinasi dapat mencegah komplikasi berbahaya akibat flu seperti pneumonia, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Menurut WHO, angka kejadian influenza yang berkomplikasi mencapai 5 juta kasus per tahun dan angka kematiannya hingga 650.000 kasus di seluruh dunia.

  4. Mengurangi risiko rawat inap
    Vaksin influenza terbukti mencegah puluhan ribu kasus rawat inap terkait flu setiap tahunnya. Sebuah studi tahun 2018 menunjukkan bahwa di antara orang dewasa yang dirawat di rumah sakit karena flu, pasien yang divaksinasi 59% lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di ICU dibandingkan mereka yang tidak divaksinasi.

  5. Melindungi ibu hamil dan janin
    Pemberian vaksin influenza pada ibu hamil tidak hanya melindungi sang ibu, tetapi juga dapat memberikan perlindungan pada bayi hingga usia 6 bulan setelah lahir. Ini sangat penting mengingat bayi di bawah 6 bulan belum bisa menerima vaksin influenza secara langsung.

  6. Mencegah penularan flu
    Dengan mendapatkan vaksinasi influenza, seseorang turut berperan mencegah penyebaran virus influenza kepada orang lain di sekitarnya, termasuk anggota keluarga, teman, dan rekan kerja. Hal ini berkontribusi pada upaya pengendalian penyebaran flu di masyarakat.

  7. Mengurangi beban sistem kesehatan
    Dengan mencegah kasus-kasus flu dan komplikasinya, vaksinasi influenza membantu mengurangi beban pada sistem pelayanan kesehatan, terutama selama musim flu yang biasanya menyebabkan lonjakan kunjungan pasien.

  8. Perlindungan jangka panjang
    Meskipun efektivitas vaksin influenza dapat bervariasi dari tahun ke tahun, vaksinasi rutin tahunan memberikan manfaat kumulatif dalam meningkatkan kekebalan terhadap berbagai strain virus influenza seiring waktu.

Dengan berbagai manfaat tersebut, vaksinasi influenza menjadi langkah pencegahan yang sangat direkomendasikan oleh otoritas kesehatan di seluruh dunia, termasuk WHO, untuk melindungi kesehatan individu dan masyarakat dari ancaman penyakit flu dan komplikasinya.

Jenis-jenis Vaksin Influenza

Vaksin influenza tersedia dalam beberapa jenis yang berbeda. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap mengenai jenis-jenis vaksin influenza:

  1. Vaksin Influenza Inaktif (IIV)
    Vaksin ini mengandung virus influenza yang sudah dimatikan sehingga tidak menyebabkan infeksi. IIV tersedia dalam dua bentuk:
  2. Vaksin Trivalent: Melindungi dari 3 strain virus influenza (2 strain virus influenza A dan 1 strain virus influenza B).
  3. Vaksin Quadrivalent: Melindungi dari 4 strain virus influenza (2 strain virus influenza A dan 2 strain virus influenza B).
    IIV dapat diberikan melalui suntikan intramuskular dan umumnya aman untuk individu berusia 6 bulan ke atas.

  4. Vaksin Influenza Hidup yang Dilemahkan (LAIV)
    LAIV mengandung virus influenza hidup yang telah dilemahkan. Vaksin ini diberikan dalam bentuk semprotan hidung dan hanya tersedia dalam bentuk quadrivalent. LAIV direkomendasikan untuk orang sehat berusia 2-49 tahun.

  5. Vaksin Influenza Rekombinan (RIV)
    RIV diproduksi tanpa menggunakan telur ayam, sehingga aman bagi penderita alergi telur. Vaksin RIV mengandung protein hemagglutinin (HA) yang mewakili virus influenza tipe A dan tipe B. RIV tersedia dalam bentuk quadrivalent dan diindikasikan untuk individu berusia 18 tahun ke atas.

  6. Vaksin Influenza Berbasis Sel (ccIIV)
    Vaksin ini diproduksi dengan ditanam dalam kultur sel, bukan di dalam telur. ccIIV quadrivalent dapat diberikan mulai usia 6 bulan ke atas.

Beberapa variasi khusus dari vaksin-vaksin di atas meliputi: - Vaksin Dosis Tinggi: Dirancang khusus untuk orang berusia 65 tahun ke atas, mengandung empat kali lipat antigen dibandingkan vaksin standar. - Vaksin dengan Adjuvan: Mengandung bahan tambahan untuk meningkatkan respons imun, terutama direkomendasikan untuk orang berusia 65 tahun ke atas. - Vaksin Intradermal: Disuntikkan ke dalam lapisan kulit, bukan ke dalam otot, dan menggunakan jarum yang lebih pendek.

Pemilihan jenis vaksin influenza yang tepat tergantung pada beberapa faktor, termasuk usia, riwayat kesehatan, dan rekomendasi terbaru dari otoritas kesehatan. Di Indonesia, vaksin influenza yang tersedia umumnya adalah vaksin influenza trivalent untuk melindungi dari tiga macam virus flu yang berbeda-beda dan vaksin influenza quadrivalent yang melindungi dari 4 strain virus influenza.

Efek Samping Vaksin Influenza

Vaksin influenza umumnya aman dan ditoleransi dengan baik. Namun seperti obat atau vaksin lainnya, vaksin influenza juga dapat menimbulkan efek samping pada sebagian kecil penerima. Efek samping vaksin influenza yang dapat terjadi antara lain:

  1. Reaksi lokal di tempat suntikan
    Gejala yang umum terjadi adalah nyeri, kemerahan, dan bengkak di area suntikan. Reaksi ini biasanya ringan dan akan hilang dalam beberapa hari.

  2. Gejala mirip flu ringan
    Beberapa orang mungkin mengalami demam ringan, nyeri otot, atau rasa tidak enak badan setelah vaksinasi. Gejala ini biasanya berlangsung 1-2 hari.

  3. Sakit kepala
    Sakit kepala ringan dapat terjadi sebagai efek samping vaksinasi influenza.

  4. Mual
    Sebagian kecil penerima vaksin flu mungkin mengalami mual ringan.

  5. Reaksi alergi
    Dalam kasus yang sangat jarang, vaksin influenza dapat menyebabkan reaksi alergi berat (anafilaksis). Oleh karena itu, penerima vaksin diminta untuk menunggu 15-30 menit di fasilitas kesehatan setelah vaksinasi untuk pemantauan.

Penting untuk diingat bahwa efek samping serius akibat vaksin influenza sangat jarang terjadi. Manfaat vaksinasi dalam mencegah penyakit flu dan komplikasinya jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping.

Kesimpulan

Vaksin influenza adalah langkah pencegahan yang sangat penting untuk melindungi diri dari penyakit flu dan komplikasinya. Dengan vaksinasi, kita tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah penyebaran virus influenza kepada orang-orang di sekitar kita. Manfaat vaksin influenza mencakup pencegahan infeksi, pengurangan keparahan gejala, penurunan risiko komplikasi serius, serta pengurangan beban sistem kesehatan. Jenis vaksin influenza yang tersedia di Indonesia mencakup vaksin trivalent dan quadrivalent, yang dirancang untuk melindungi dari berbagai strain virus influenza yang beredar setiap tahunnya. Meski vaksin influenza umumnya aman, efek samping seperti nyeri di area suntikan, demam ringan, atau sakit kepala dapat terjadi. Namun, risiko efek samping serius sangat rendah. Oleh karena itu, vaksinasi influenza dianjurkan dilakukan secara rutin setiap tahun untuk memastikan perlindungan optimal terhadap virus influenza.

Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin