BSM8GpO9TfAoTpW6BUO0Gfr0TY==
Breaking
News

Obat Vertigo di Apotik dan Cara Penggunaannya

Ukuran huruf
Print 0


Daftar Obat Vertigo yang Bisa Ditemukan di Apotik dan Cara Penggunaannya

Vertigo adalah kondisi yang membuat seseorang merasa seolah-olah dirinya atau lingkungan di sekitarnya berputar. Gejala ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama karena disertai dengan rasa pusing, mual, dan kehilangan keseimbangan. Untuk mengatasi gejala vertigo, banyak orang memilih obat-obatan yang tersedia di apotik. Meskipun ada cara alami untuk mengurangi gejala, obat medis sering kali menjadi pilihan utama ketika gejala tidak kunjung membaik.

Di Indonesia, berbagai jenis obat vertigo dapat ditemukan di apotik, baik yang bebas maupun yang memerlukan resep dokter. Pemahaman tentang obat vertigo di apotik sangat penting agar penggunaan obat dapat dilakukan secara tepat dan aman. Berikut adalah daftar obat vertigo yang umum ditemukan di apotik beserta cara penggunaannya.

Jenis-Jenis Obat Vertigo di Apotik

1. Betahistine (Betaserc, Mertigo, Histigo, Merislon, dll)

Betahistine adalah obat yang sering diresepkan untuk mengatasi vertigo. Kandungan aktifnya bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke telinga bagian dalam dan mengurangi tekanan cairan di dalamnya, sehingga meredakan sensasi berputar.

Cara Penggunaan:
- Umumnya diminum 3 kali sehari, dengan dosis antara 6-12 mg per dosis.
- Dapat dikonsumsi bersama makanan untuk menghindari gangguan pencernaan.
- Dosis dapat disesuaikan sesuai rekomendasi dokter.

Efek Samping:
- Sakit kepala
- Ruam kulit
- Mual atau muntah

Keunggulan:
- Efektif dalam mengatasi gejala vertigo seperti pusing, telinga berdenging, dan gangguan pendengaran.
- Harga relatif terjangkau.

2. Dimenhydrinate (Dramamine, Omedrinat)

Obat ini digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan, vertigo, dan mual. Dimenhydrinate bekerja dengan menghambat saraf tertentu di otak dan telinga bagian dalam.

Cara Penggunaan:
- Dewasa: 1-2 tablet 3-4 kali sehari, sebelum atau sesudah makan.
- Anak-anak: Sesuai rekomendasi dokter.

Efek Samping:
- Mengantuk
- Kepala pusing
- Lesu

Keunggulan:
- Cocok untuk pengidap yang sering mengalami vertigo akibat perubahan posisi atau perjalanan.
- Mudah ditemukan di apotik.

3. Flunarizine (Frego, Vertigosan)

Flunarizine adalah obat yang termasuk dalam golongan calcium channel blocker. Obat ini efektif dalam mengatasi vertigo dan juga digunakan sebagai profilaksis migrain.

Cara Penggunaan:
- Umumnya diminum 5-10 mg per hari, dengan maksimal 10 mg per hari.
- Dapat dikonsumsi bersama atau tanpa makanan.

Efek Samping:
- Mengantuk
- Lesu
- Penurunan nafsu makan

Keunggulan:
- Bermanfaat untuk pasien dengan vertigo yang disebabkan oleh gangguan sirkulasi darah.
- Dapat digunakan sebagai adjuvan terapi epilepsi.

4. Cinnarizine (Perifas)

Cinnarizine adalah obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan labirin dan vertigo. Kandungan obat ini membantu meningkatkan aliran darah ke telinga bagian dalam.

Cara Penggunaan:
- Dewasa: 1 tablet setiap 6 jam.
- Anak-anak: 0.5 dari dosis dewasa.

Efek Samping:
- Mengantuk
- Gangguan pencernaan

Keunggulan:
- Efektif dalam mengatasi gejala vertigo yang disebabkan oleh gangguan pada sistem vestibular.
- Cocok untuk pengidap yang mengalami vertigo akibat gangguan sirkulasi darah.

5. Sulpiride (Dogmatil)

Sulpiride adalah obat antipsikotik yang digunakan untuk mengatasi vertigo. Obat ini bekerja dengan menstabilkan fungsi saraf yang terlibat dalam keseimbangan.

Cara Penggunaan:
- Dosis biasanya 3-6 kapsul per hari.
- Harus dikonsumsi sesuai resep dokter.

Efek Samping:
- Mengantuk
- Lesu
- Perubahan suasana hati

Keunggulan:
- Efektif untuk vertigo yang disebabkan oleh gangguan neurologis.
- Digunakan dalam pengobatan penyakit lain seperti neurosis dan sindrom setelah gegar otak.

Tips Menggunakan Obat Vertigo di Apotik

  1. Ikuti Rekomendasi Dokter
    Setiap obat memiliki dosis dan aturan pemakaian yang berbeda. Pastikan Anda mengikuti petunjuk dokter untuk menghindari risiko efek samping.

  2. Hindari Konsumsi Alkohol dan Kafein
    Zat-zat ini dapat memperburuk gejala vertigo dan mengganggu efek obat.

  3. Konsultasikan dengan Apoteker
    Jika Anda tidak yakin dengan cara penggunaan obat, konsultasikan dengan apoteker untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

  4. Jangan Tambahkan Obat Lain Tanpa Izin Dokter
    Beberapa obat dapat bereaksi buruk jika dikonsumsi bersamaan, terutama jika Anda sedang menjalani pengobatan lain.

  5. Lacak Gejala dan Efek Samping
    Jika gejala tidak membaik atau muncul efek samping yang parah, segera hubungi dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Obat vertigo di apotik merupakan solusi yang efektif untuk mengatasi gejala pusing berputar yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, penggunaan obat harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai rekomendasi dokter. Dengan memahami jenis-jenis obat, cara penggunaan, serta efek sampingnya, Anda dapat menggunakan obat secara aman dan efektif. Jika gejala tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin