BSM8GpO9TfAoTpW6BUO0Gfr0TY==
Breaking
News

Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Ukuran huruf
Print 0
Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia

Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Contoh yang Sering Digunakan

Bahasa Indonesia memiliki berbagai bentuk kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam percakapan formal maupun informal. Dalam konteks penulisan dan komunikasi resmi, penting untuk memahami perbedaan antara kata baku dan kata tidak baku. Keduanya memiliki fungsi dan penggunaan yang berbeda, tergantung pada situasi dan konteksnya.

Kata baku merujuk pada bentuk kata yang sesuai dengan aturan tata bahasa Indonesia, termasuk ejaan, struktur, dan makna yang telah ditetapkan oleh lembaga seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Sebaliknya, kata tidak baku adalah istilah yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, atau situasi informal, meskipun tidak sesuai dengan kaidah bahasa resmi.

Memahami perbedaan ini sangat penting karena penggunaan kata baku dapat meningkatkan profesionalisme, kejelasan komunikasi, dan kredibilitas seseorang, terutama dalam lingkungan kerja, pendidikan, atau penulisan resmi. Di sisi lain, kata tidak baku lebih fleksibel dan cocok digunakan dalam situasi santai atau ketika ingin menciptakan kesan akrab.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian, ciri-ciri, fungsi, serta contoh dari kata baku dan tidak baku. Selain itu, kami juga akan memberikan panduan praktis tentang bagaimana memilih penggunaan kata yang tepat sesuai dengan situasi.

Apa Itu Kata Baku?

Kata baku adalah bentuk kata yang sesuai dengan kaidah tata bahasa Indonesia, baik dari segi ejaan, struktur, maupun makna. Kata-kata ini telah diakui sebagai standar dalam bahasa Indonesia dan umumnya ditemukan dalam dokumen resmi, laporan akademik, surat menyurat, atau materi pembelajaran.

Contohnya, kata "analisis" adalah bentuk baku, sedangkan "analisa" adalah bentuk tidak baku. Perbedaan ini muncul karena penggunaan huruf "s" dan "a" yang berbeda, meskipun maknanya hampir sama. Dalam konteks formal, penggunaan kata baku sangat dianjurkan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau kesan tidak profesional.

Kata baku juga memiliki ciri-ciri khusus, seperti:

  • Sesuai dengan pedoman KBBI dan PUEBI.
  • Bentuk kata lengkap dan tidak dipengaruhi oleh bahasa asing atau daerah.
  • Penggunaannya konsisten dalam berbagai situasi.
  • Tidak menggunakan singkatan atau bentuk yang tidak resmi.

Apa Itu Kata Tidak Baku?

Sebaliknya, kata tidak baku adalah bentuk kata yang tidak sesuai dengan aturan tata bahasa Indonesia. Biasanya, kata ini muncul dari kebiasaan penggunaan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, atau bahasa gaul. Meski tidak resmi, kata tidak baku sering digunakan karena lebih mudah diucapkan atau dipahami dalam situasi informal.

Contoh dari kata tidak baku adalah "apotik" alih-alih "apotek". Kata "apotik" biasanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi dalam tulisan resmi, "apotek" adalah bentuk yang benar. Begitu pula dengan "aktifitas" yang seharusnya menjadi "aktivitas".

Ciri-ciri dari kata tidak baku meliputi:

  • Tidak sesuai dengan KBBI dan PUEBI.
  • Terkadang menggunakan singkatan atau pengurangan huruf.
  • Dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa asing.
  • Tidak konsisten dalam penggunaannya.

Perbedaan Antara Kata Baku dan Tidak Baku

Perbedaan antara kata baku dan tidak baku bisa dilihat dari beberapa aspek, seperti:

Aspek Kata Baku Kata Tidak Baku
Ejaan Sesuai KBBI dan PUEBI Tidak sesuai KBBI dan PUEBI
Struktur Lengkap dan konsisten Tidak lengkap atau tidak konsisten
Konteks Penggunaan Formal (dokumen, laporan, pidato) Informal (percakapan, media sosial)
Pengaruh Bahasa Daerah/Asing Tidak ada Bisa ada
Fleksibilitas Tidak fleksibel Lebih fleksibel

Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat lebih bijak dalam memilih kata yang tepat sesuai dengan situasi. Misalnya, dalam penulisan laporan akademik, kita harus menggunakan kata baku agar tidak dianggap kurang profesional. Namun, dalam percakapan dengan teman, kata tidak baku bisa digunakan untuk menciptakan suasana yang lebih santai.

Fungsi dan Manfaat Kata Baku

Meskipun penggunaan kata baku terkesan lebih rumit, ternyata memiliki banyak manfaat. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari kata baku:

  1. Kejelasan Komunikasi: Penggunaan kata baku membantu menghindari kesalahpahaman dalam penyampaian pesan, terutama dalam situasi formal.
  2. Standarisasi Bahasa: Kata baku menjadi acuan bagi semua orang dalam menggunakan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan pemahaman bersama.
  3. Melestarikan Bahasa: Dengan menggunakan kata baku, kita turut menjaga kelestarian bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang sudah ditetapkan.
  4. Meningkatkan Profesionalisme: Dalam lingkungan kerja atau pendidikan, penggunaan kata baku menunjukkan kemampuan berbahasa yang baik dan profesional.
  5. Meningkatkan Kredibilitas: Orang yang menggunakan kata baku cenderung dianggap lebih percaya diri dan kompeten dalam bidangnya.

Selain itu, penggunaan kata baku juga membantu dalam mempermudah akses informasi, terutama dalam media massa. Jika kita tidak menggunakan kata baku, risiko kesalahpahaman dalam berita atau artikel bisa meningkat.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku yang Sering Digunakan

Berikut adalah beberapa contoh kata baku dan tidak baku yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari:

Kata Baku Kata Tidak Baku
Analisis Analisa
Aktivitas Aktifitas
Apotek Apotik
Azan Adzan
Antre Antri
Blangko Belangko
Blender Belender
Bus Bis
Cendekia Cendikia
Cengkerama Cengkrama
Ceder Cidera
Cokelat Coklat
Debit Debet
Dividen Deviden
Diagnosis Diagnosa
Ensiklopedia Ensiklopedi
Elite Elit
Episode Episod
Esai Essai
Ekspor Export
Familiar Familiar
Formal Formil
Fotokopi Foto copy
Galeri Galery
Glaukoma Glukoma
Guncang Goncang
Hafal Hapal
Hebat Handal
Hafal Hapal
Hafal Hapal
Hafal Hapal

Contoh Penggunaan Kata Baku dalam Kalimat

Kata baku sering digunakan dalam situasi formal, seperti dalam penulisan laporan, presentasi, atau pidato. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata baku dalam kalimat:

  1. Penulisan laporan
    "Hasil analisis data menunjukkan bahwa tingkat partisipasi publik meningkat sebesar 20%."

  2. Penulisan tugas
    "Teknik wawancara yang baik dapat membantu dalam pengumpulan data yang lebih akurat."

  3. Presentasi
    "Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang hadir dalam acara ini."

Dalam contoh di atas, kata-kata seperti "analisis", "wawancara", dan "terima kasih" adalah bentuk baku yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Penggunaan Kata Tidak Baku dalam Situasi Informal

Meskipun tidak disarankan dalam situasi formal, kata tidak baku sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, media sosial, atau dalam seni dan sastra. Contohnya:

  1. Percakapan sehari-hari
    "Aku lagi ngerjain tugas, jadi belum sempat jawab chat kamu."

  2. Media sosial
    "Lagi nonton film, siapa yang mau ikut?"

  3. Seni dan sastra
    "Banyak orang yang suka lagu-lagu yang pakai bahasa gaul."

Penggunaan kata tidak baku dalam situasi ini bisa membuat komunikasi lebih santai dan akrab, tetapi tetap perlu diperhatikan agar tidak terlalu berlebihan.

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara kata baku dan kata tidak baku sangat penting dalam berkomunikasi dan menulis. Kata baku digunakan dalam situasi formal dan resmi, sedangkan kata tidak baku lebih cocok untuk percakapan santai atau situasi informal. Dengan memilih kata yang tepat sesuai dengan konteks, kita dapat meningkatkan kualitas komunikasi, profesionalisme, dan kepercayaan diri.

Jika kamu ingin memperluas wawasan tentang bahasa Indonesia, kamu juga bisa belajar tentang kalimat efektif, kata teknis, atau penggunaan kata baku dalam penulisan resmi. Semakin kita memahami aturan tata bahasa, semakin mudah kita dalam menyampaikan pesan dengan jelas dan tepat.

Kata Baku dan Tidak Baku dalam Bahasa Indonesia
Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin