![]() |
| KKN UPGRIS 07 Sidomulyo Kolaborasi bersama Dinas Pemadam Kebakaran melakukan simulasi pencegahan kebocoran tabung gas. |
Suara Baru, Sidomulyo, 1 Februari 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 07 Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kembali mengimplementasikan program pengabdian masyarakat yang bersifat holistik.
Fokus kegiatan kali ini menyasar dua aspek vital sekaligus, yakni peningkatan kebugaran fisik dan kesiapsiagaan bencana di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Rangkaian kegiatan edukatif ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari 2026 dengan mengambil lokasi strategis di halaman parkiran Rumah Sakit (RS) Kusuma.
Pemilihan area parkir pusat layanan kesehatan Kelurahan Sidomulyo ini bertujuan untuk memaksimalkan aksesibilitas serta menyediakan ruang yang cukup luas bagi partisipasi warga dan simulasi lapangan.
Agenda diawali tepat pada pukul 07.00 WIB dengan kegiatan senam bersama. Mahasiswa KKN UPGRIS menginisiasi aktivitas ini sebagai bentuk kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).
Antusiasme warga Sidomulyo terlihat tinggi dalam mengikuti setiap gerakan instruktur, menciptakan atmosfer kebersamaan yang positif di pagi hari.
Kegiatan senam pagi ini tidak hanya berorientasi pada kesehatan fisik semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana social bonding (perekat sosial) antarwarga.
Mahasiswa UPGRIS memandang bahwa kohesi sosial yang kuat merupakan modal dasar dalam membangun masyarakat Kelurahan Sidomulyo yang harmonis dan dinamis.
Setelah sesi kebugaran berakhir, agenda berlanjut pada pukul 09.00 WIB dengan materi inti mengenai mitigasi bencana.
Dalam sesi ini, Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 07 melakukan langkah strategis dengan menggandeng langsung Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kabupaten Semarang sebagai narasumber utama.
Kolaborasi dengan DAMKAR ini bertujuan untuk memberikan edukasi penanganan kebakaran (fire safety education) yang otoritatif dan profesional.
Materi yang disampaikan di halaman parkiran RS Kusuma ini ditujukan bagi masyarakat umum, staf rumah sakit, dan pengunjung di sekitar area Ungaran Timur.
Dalam sesi mitigasi tersebut, personel DAMKAR memberikan pemahaman teoretis dan praktis mengenai teknik pemadaman api awal.
Demonstrasi mencakup penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) modern serta teknik pemadaman tradisional menggunakan karung basah yang dipandu langsung oleh instruktur ahli.
Edukasi yang difasilitasi oleh mahasiswa KKN UPGRIS ini dinilai krusial sebagai langkah preventif. Kehadiran praktisi dari DAMKAR memberikan keyakinan kepada warga mengenai standar prosedur operasional (SOP) yang tepat untuk meminimalisir risiko kerugian materiil maupun korban jiwa saat insiden kebakaran terjadi.
Program mitigasi bencana di Kelurahan Sidomulyo ini didasari oleh analisis risiko lingkungan padat penduduk.
Mahasiswa KKN UPGRIS berupaya menanamkan pemahaman bahwa keselamatan adalah tanggung jawab kolektif yang memerlukan kesiapan teknis dan mental (sense of crisis).
Sinergi kegiatan antara mahasiswa, pihak RS Kusuma, dan DAMKAR mendapat apresiasi tinggi dari tokoh masyarakat setempat.
Kolaborasi lintas sektoral ini dinilai sangat efektif dalam memberikan edukasi komprehensif kepada warga Kabupaten Semarang, khususnya di wilayah Ungaran Timur yang terus berkembang.
Melalui kegiatan ini, KKN UPGRIS Kelompok 07 berharap dapat mewujudkan masyarakat Sidomulyo yang tangguh.
Tangguh secara fisik melalui kebiasaan olahraga, dan tangguh secara mental melalui kesiapan menghadapi potensi bencana kebakaran dengan bekal ilmu langsung dari ahlinya.
Komitmen Universitas PGRI Semarang dalam mencetak mahasiswa yang peduli sosial tervisualisasi jelas dalam kegiatan ini.
Intervensi positif mahasiswa diharapkan meninggalkan legacy berupa budaya sadar bencana dan pola hidup sehat yang berkelanjutan di tengah masyarakat Sidomulyo

0Komentar