BSM8GpO9TfAoTpW6BUO0Gfr0TY==
Breaking
News

Apa Itu Obat Sembelit dan Jenis-Jenisnya yang Efektif untuk Penderita

Ukuran huruf
Print 0

Sembelit atau konstipasi adalah kondisi yang sering dialami oleh banyak orang, terutama di era modern di mana gaya hidup cenderung tidak sehat. Banyak dari kita mungkin pernah mengalami kesulitan buang air besar, bahkan sampai beberapa hari tanpa BAB. Hal ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada tubuh. Namun, jangan khawatir, karena saat ini sudah tersedia berbagai jenis obat sembelit yang efektif dan dapat ditemukan di apotek.

Obat sembelit merupakan solusi yang bisa membantu melunakkan feses dan mempercepat proses BAB. Ada berbagai macam jenis obat sembelit, mulai dari obat pencahar, pelunak feses, hingga suppositoria. Setiap jenis memiliki cara kerja dan manfaat yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memahami perbedaan tersebut agar bisa memilih obat yang tepat sesuai kebutuhan.

Selain penggunaan obat, perubahan gaya hidup juga sangat penting dalam mencegah dan mengatasi sembelit. Konsumsi makanan tinggi serat, minum air yang cukup, serta rutin berolahraga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan. Namun, jika gejala sembelit terus berlanjut atau disertai dengan rasa sakit yang parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang apa itu obat sembelit, bagaimana cara kerjanya, dan berbagai jenis obat sembelit yang efektif untuk penderita. Kami juga akan memberikan informasi tambahan mengenai penyebab sembelit, tanda dan gejala yang harus diwaspadai, serta tips untuk mencegah sembelit secara alami.

Definisi dan Penyebab Sembelit

Sembelit, atau konstipasi, adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan sulitnya buang air besar (BAB) atau BAB yang tidak lancar dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini biasanya terjadi ketika feses menjadi keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan dari tubuh. Frekuensi BAB yang normal biasanya antara 1 hingga 3 kali dalam sehari. Jika seseorang hanya BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, maka kemungkinan besar mereka sedang mengalami sembelit.

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan sembelit antara lain:

  • Asupan serat yang rendah: Kurangnya konsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian dapat menyebabkan feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
  • Dehidrasi: Kekurangan cairan dalam tubuh membuat feses lebih kering dan sulit dikeluarkan.
  • Kurang aktivitas fisik: Olahraga yang tidak cukup dapat memperlambat pergerakan usus.
  • Penggunaan obat tertentu: Beberapa obat seperti analgesik opioid, antidepresan, dan obat antihipertensi bisa menyebabkan konstipasi sebagai efek samping.
  • Kondisi medis: Gangguan seperti diabetes, hipotiroidisme, atau sindrom iritasi usus besar (IBS) bisa menyebabkan sembelit.
  • Faktor psikologis: Stres dan perubahan emosional dapat memengaruhi fungsi usus.
  • Perubahan hormonal: Wanita mungkin mengalami sembelit selama kehamilan atau menopause karena perubahan hormon.
  • Penuaan: Dengan bertambahnya usia, metabolisme melambat dan aktivitas usus bisa menjadi kurang efisien.

Jika gejala sembelit terus berlanjut atau disertai dengan rasa sakit yang parah, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Tanda dan Gejala Sembelit

Gejala sembelit bisa bervariasi tergantung pada tingkat keparahannya. Namun, umumnya penderita sembelit mengalami beberapa tanda dan gejala berikut:

  • Susah buang air besar atau BAB yang tidak lancar.
  • Feses keras atau kering, sehingga sulit dikeluarkan.
  • Rasa sakit atau harus mengejan keras saat BAB.
  • Perut terasa kencang, keras, atau penuh.
  • BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu.
  • Rasa tidak puas setelah BAB atau merasa ada yang tersumbat.
  • BAB berdarah atau keluar darah setelah buang air besar.

Jika gejala-gejala ini berlangsung selama lebih dari tiga bulan, kondisi ini digolongkan sebagai sembelit kronis. Selain itu, jika Anda mengalami BAB yang sangat keras hingga mengganggu keseharian atau memiliki riwayat keluarga kanker usus besar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Jenis-Jenis Obat Sembelit yang Efektif

Terdapat berbagai jenis obat sembelit yang tersedia di apotek, baik dalam bentuk tablet, sirup, maupun suppositoria. Berikut adalah beberapa jenis obat sembelit yang umum digunakan dan efektif untuk mengatasi konstipasi:

1. Lactulax (Lactulose Syrup)

Lactulax adalah obat pencahar osmotik yang bekerja dengan cara menarik air ke dalam usus besar, sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Kandungan laktulosa dalam obat ini aman digunakan untuk anak-anak hingga orang dewasa, termasuk ibu hamil, asalkan sesuai dosis anjuran.

2. Dulcolax (Bisacodyl)

Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet dan suppositoria. Obat ini termasuk pencahar stimulan yang merangsang pergerakan usus. Biasanya mulai bekerja dalam waktu 6–12 jam setelah diminum. Cocok digunakan untuk sembelit jangka pendek atau sebagai persiapan sebelum prosedur medis tertentu.

3. Microlax (Natrium Laurilsulfoasetat)

Microlax merupakan obat sembelit berbentuk enema mikro yang bekerja langsung di rektum. Efeknya sangat cepat, biasanya dalam 5–15 menit. Cocok digunakan saat membutuhkan solusi instan untuk sembelit akut.

4. Fleet Enema

Fleet adalah enema fosfat yang digunakan untuk membersihkan usus secara cepat. Biasanya digunakan sebelum pemeriksaan medis seperti kolonoskopi, tetapi juga efektif untuk mengatasi sembelit berat. Penggunaannya harus hati-hati dan sebaiknya atas saran dokter.

5. Konilac (Serat Psyllium Husk)

Untuk penderita yang lebih menyukai pendekatan alami, Konilac bisa menjadi pilihan. Terbuat dari psyllium husk, suplemen ini menambah massa feses sehingga lebih mudah keluar. Aman untuk penggunaan jangka panjang jika dikombinasikan dengan pola makan tinggi serat dan cukup cairan.

6. Forlax (Macrogol 4000)

Forlax bekerja dengan meningkatkan kadar air dalam usus, yang membuat feses lebih lunak dan mudah dikeluarkan. Aman digunakan dalam jangka waktu tertentu dan sering direkomendasikan oleh dokter untuk pasien dengan konstipasi kronis.

7. Movicol

Movicol mengandung macrogol dan elektrolit. Obat ini tidak hanya melunakkan tinja tetapi juga menjaga keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Biasanya diresepkan untuk penderita konstipasi yang sudah berlangsung lama.

Setiap jenis obat sembelit memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penting untuk selalu membaca aturan pakai dan, bila perlu, berkonsultasi dengan apoteker atau dokter sebelum mengonsumsi obat sembelit.

Cara Mengatasi Sembelit Tanpa Obat

Selain penggunaan obat, ada beberapa cara alami yang bisa membantu mengatasi sembelit. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Perbanyak Asupan Serat

Makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh membantu memperbaiki konsistensi dan volume feses, yang memudahkan proses buang air besar. Targetkan asupan serat 25-30 gram per hari.

2. Minum Banyak Air

Kekurangan cairan dapat membuat feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan. Minumlah air yang cukup setiap hari, biasanya sekitar 8 gelas atau lebih, untuk membantu melunakkan feses dan memudahkan pergerakan usus.

3. Olahraga Rutin

Aktivitas fisik secara teratur dapat meningkatkan motilitas usus, mempercepat waktu transit makanan melalui saluran pencernaan. Olahraga seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga sangat disarankan.

4. Jadwalkan Waktu BAB

Menetapkan waktu rutin setiap hari untuk buang air besar, misalnya setelah makan pagi, dapat membantu mengatur siklus buang air besar.

5. Hindari Menahan BAB

Menunda buang air besar ketika merasa perlu dapat menyebabkan lebih banyak air diserap dari feses, yang membuatnya lebih keras dan sulit dikeluarkan.

6. Perhatikan Posisi BAB

Menggunakan posisi jongkok atau menggunakan bangku kecil di bawah kaki saat duduk di toilet dapat membantu mempermudah evakuasi dengan memperbaiki sudut antara usus besar dan rektum.

Kapan Harus Menemui Dokter?

Meskipun susah buang air besar sering kali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan pola makan, ada situasi tertentu di mana kamu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter:

  • Jika kamu mengalami perubahan yang signifikan dalam frekuensi, konsistensi, atau usaha yang diperlukan untuk BAB yang bertahan lebih dari beberapa minggu.
  • Nyeri saat BAB yang intens atau nyeri perut yang tidak mereda setelah BAB.
  • Menemukan darah merah segar atau feses berwarna hitam, yang bisa menandakan pendarahan internal.
  • Penurunan berat badan yang tidak diinginkan atau tidak dapat dijelaskan, yang mungkin disertai dengan kelelahan atau perubahan nafsu makan.
  • Jika susah BAB mulai mengganggu aktivitas sehari-hari Anda atau menyebabkan stres atau kecemasan.
  • Jika perubahan pola makan, peningkatan asupan serat, dan aktivitas fisik tidak memberikan perbaikan.

Dalam kasus seperti ini, penting untuk mendapatkan evaluasi medis untuk menentukan penyebabnya dan menerima perawatan yang tepat.

Kesimpulan

Sembelit adalah masalah umum yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Mengatasi sembelit melibatkan perubahan gaya hidup seperti meningkatkan asupan serat, minum air yang cukup, dan berolahraga teratur. Obat pencernaan seperti pelunak feses, laksatif, dan suppositoria juga dapat membantu mengatasi susah BAB.

Jika susah BAB berlanjut atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan dengan dokter spesialis penyakit dalam. Selain obat-obatan, kamu juga bisa mencari obat, suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Toko Kesehatan Halodoc. Produk kesehatannya 100% asli dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Periksa Juga
Next Post

0Komentar

Tautan berhasil disalin